CHADUHA

Tulisan-tulisan Chabib Duta Hapsoro

Les Elégants

 

IMG_7933

Dokumentasi Selasar Sunaryo Art Space

Francoise Huguier (Lahir di Prancis, 1942) sudah tak asing dengan Indonesia. Pertama kali ia datang pada 1970an. Selanjutnya pada 1980an, 1990an dan sekitar dua tahun lalu. Bisa dibayangkan jika ia dapat memahami transformasi-transformasi yang terjadi di negeri ini. Pada 2009 ia menjalani residensi di Singapura dan untuk proyek fotonya, selain Singapura ia berkeliling ke beberapa kota di Malaysia dan Thailand. Sebelumnya, ia sempat bermuhibah juga ke beberapa negara Asia Tenggara lain seperti Laos dan Kamboja.

Maka dari itu keakraban Huguier dengan Indonesia ditunjang dengan pembandingan-pembandingannya dengan negara-negara di Asia Tenggara tersebut. Ia dapat menyambung benang merah di antara sekian negara-negara ini, terutama apa yang terjadi dan dilakukan oleh para kelas menengah ketika mereka turut mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kemajuan ekonomi di banyak negara-negara Asia.

Secara lebih spesifik, Kota Bandung adalah kasus menarik bagi Huguier, terutama dari aspek fesyen yang sesuai dengan latar belakang karir fotografinya. Di kota ini banyak orang tampil bergaya. Tidak hanya itu, banyak di antara mereka yang menyatakan sikap hidup melalui gaya-gaya tersebut, meskipun dari luar kadang terlihat superfisial dan paradoks. Sejak dulu Bandung dikenal sebagai kota yang menerima bermacam-macam pengaruh, yang tampil dalam gaya dan dandanan anak-anak muda.

Proyek Les Elégants (Orang-orang Elegan) Françoise Huguier diawali dengan beberapa potret perempuan muda yang mengenakan hijab. Hijab menjadi sebuah fenomena menarik di Indonesia. Di Bandung fenomena hijab dapat ditengarai melalui kehadiran butik-butik dan factory outlet yang mengkhususkan diri pada pakaian-pakaian dan aksesoris muslim. Perempuan yang menjadi subyek dan obyek fesyen pada akhirnya merasakan dampak atas berkembangnya model-model hijab, berikut pakaian dan aksesoris pendukungnya. Banyaknya model hijab diakui atau tidak merupakan paradoks terkait fungsi aslinya: menutup hampir seluruh badan dan tidak dipergunakan sebagai perhiasan dalam rangka menjaga kehormatan perempuan. Kini, banyak perempuan-perempuan muslim tampil dalam dengan beragam gaya berhijab sehingga justru menarik perhatian, terutama para kaum pria.

Huguier melihat banyak perancang hijab meraih sukses dan pusat perbelanjaan membuka pintu sepenuhnya untuk keanggunan baru ala Muslim ini. Para desainer Indonesia terinspirasi oleh  keragaman budaya Indonesia serta fashion ala Barat. Pada seri hijab Huguier meminta beberapa model perempuan berhijab tampil dalam beberapa pose di depan latar belakang yang bernuansa kitsch yang mewakili peradaban abad pertengahan di Eropa. Huguier ingin mengaitkan budaya model hijab dalam konteks adi busana (houtre coutre) khas Prancis sejak jaman itu. Persepsi Huguier tentang hal itu misalnya ia hadirkan dalam sebuah foto yang menampilkan dua orang perempuan yang memandang ke salah satu sudut atas, seperti sedang melihat sebuah pencerahan atau surga. Hal tersebut mencirikan lukisan-lukisan abad pertengahan yang masih berkaitan dengan ketergugahan para seniman pada keilahian dalam Kekristenan. Karya ini menggarisbawahi lapisan-lapisan paradoks yang ada di kepala Huguier saat melihat fenomena hijab. Fenomena hijab merepresentasikan adanya pencarian estetik sekaligus religius yang dicari oleh perempuan-perempuan muda muslim.

IMG_7970

Dokumentasi Selasar Sunaryo Art Space

Seri anak memperlihatkan kemiripan dengan fenomena hijab, di mana banyak anak-anak perempuan Indonesia terpengaruh oleh tontonan televisi dan film seperti Barbie, Princess dan Frozen. Banyak anak-anak perempuan yang tidak hanya membeli mainan, melainkan juga tampil dengan gaun seperti tokoh-tokoh khayalan dalam tontonan itu sembari membayangkan diri menjadi seorang putri. Melalui seri karya ini Huguier menampilkan paradoks bahwa makin banyak anak kecil yang membayangkan diri menjadi dewasa, terutama menjadi putri yang hidup pada abad pertengahan di Eropa. Imajinasi ini juga dipengaruhi oleh para orang tua yang turut memproyeksikan identitas atau gagasan penampilan tertentu kepada anak-anak mereka.

IMG_7938

Dokumentasi Selasar Sunaryo Art Space

Terakhir adalah seri komunitas metal. Bandung dikenal sebagai kota dengan banyak komunitas atau band metal serta genre-genre musik cadas lainnya. Foto-foto Huguier dalam seri karya ini tidak hanya menampilkan beberapa orang yang tergabung dalam grup band metal dengan tampilan, pose dan benda-benda yang secara khas menandai identitas mereka, melainkan juga dengan hal-hal yang berkaitan dengan keseharian, seperti saat di rumah. Metal tidak hanya terbatas pada genre musik, melainkan sebuah jalan hidup. Huguier takjub bahwa dalam sebuah keluarga terdapat beberapa anggota yang nampak memiliki kecenderungan sikap hidup yang saling berlawanan yang tampak melalui gaya berpakaian mereka, antara lain metal, tradisional dan religius.

Melalui Les Elégants kita tidak hanya melihat representasi historis dan sosiologis dari sebuah komunitas bernama Bandung dalam foto-foto Huguier. Masih berhubungan dengan hal tersebut, foto-foto Huguier juga mendokumentasikan bagaimana identitas tidak berada dalam wilayah yang ajeg dan konsisten. Judul pameran ini mungkin bermakna satir, terutama berkaitan dengan paradoks-paradoks yang ditemui oleh Huguier pada sebagian kelompok kelas menengah ini. Adalah hal yang menarik ketika paradoks-paradoks itu justru membuat Huguier kagum. Subyek-subyek dalam foto itu menampilkan aura keeleganan yang mereka percayai dan dalam beberapa cara juga dipercayai oleh Huguier sendiri.

*Tulisan pengantar pameran Les Elégants: Pameran Tunggal Francoise Huguier di Ruang B, Selasar Sunayo Art Space sebagai bagian perhelatan Bandung Photo Showcase 2015 (7-29 Maret 2015)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 27 Mei 2015 by .
%d blogger menyukai ini: