CHADUHA

Tulisan-tulisan Chabib Duta Hapsoro

Author Archives: chabibdutahapsoro

Tata Alam dan Benda di Bawah Rezim Tatapan*

Sejak akhir tahun lalu Nasrul Akbar menggeluti sebuah praktik fotografi yang khas, kendati gagasannya sudah muncul dan mengendap cukup lama di pikirannya. Saat melakukan residensi di Yogyakarta Juni, 2016, Nasrul … Baca lebih lanjut

23 Agustus 2018 · Tinggalkan komentar

Me-Rupa-kan Medan Seni Rupa*

Nilai karya seni tak selalu berasal dari faktor intrinsik. Nilai karya seni juga hadir berdasarkan konsensus di belakang karya seni. Apapun bisa menjadi karya seni bergantung kesepakatan sejumlah aktor-aktor seperti … Baca lebih lanjut

25 April 2018 · Tinggalkan komentar

Cetak Saring T. Sutanto: Memasuki Dunia Antah Berantah nan Absurd *

Pameran Berselingkuh dengan Masa Lalu, Berkencan dengan Masa Depan menghadirkan sepilihan karya-karya cetak saring T. Sutanto, yang menandainya sebagai seniman grafis. Cetak saring menjadi hal khusus: mengidentifikasi karier kesenimanannya pada periode … Baca lebih lanjut

24 April 2018 · Tinggalkan komentar

Kepercayaan dan Kelembagaan

“…the great works do not just arise; they are made-not just by artists and their assistants but also by the dealers, curators, critics, and collectors who “support” the work. This … Baca lebih lanjut

23 April 2018 · Tinggalkan komentar

9TH Berlin Biennale for Contemporary Art: Kegamangan Menghadapi Dunia Hari Ini

Bagaimana karya-karya dalam pameran seni rupa kontemporer memberikan pengalaman spesifik bagi kita? Pengalaman-pengalaman apa sajakah yang kemudian dapat kita cerap dari proses mengalami karya seni? Meskipun seni bukanlah alat yang … Baca lebih lanjut

16 April 2018 · Tinggalkan komentar

A Footnote about My Note about Maiko’s Country

The practice of remembering depends on how history is constructed. There are too many upsetting and depressing events in the past, thus our human brain has a mechanism to filter and forget memories. In another hand, in … Baca lebih lanjut

28 Oktober 2017 · Tinggalkan komentar

Menyela Kesementaraan-Kesementaraan Kota

Saya membayangkan sebuah percakapan antara sepasang orang tua dengan anaknya, bahwa dahulu di sebuah sudut kota A terdapat sebuah pasar tradisional. Oleh karena beberapa hal, pasar tradisional tersebut menjadi sebuah … Baca lebih lanjut

7 Oktober 2016 · Tinggalkan komentar